Kewajiban masyarakat untuk turut melakukan bela Negara sudah sangat jelas disebutkan dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) yang berbunyi Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pertanyaan yang mengiringi pasal tersebut adalah mengapa Negara perlu dibela? Dan seberapa penting pembelaan kita terhadap Negara?. Dengan menjawab pertanyaan tersebut, otomatis kita akan mempunyai alasan untuk membela Negara.

Untuk menjawabnya secara ilmiah, kita dapat menguraikan terlebih dahulu apa itu Negara. Jika mengacu pada teori yang dikemukakan oleh John Locke, filsuf asal Inggris, maka kita akan menemukan bahwa Negara adalah ekspresi dari adanya kontrak social. Kontrak social adalah perjanjian-perjanjian diantara masyarakat untuk menciptakan kondisi artificial (buatan). Adanya kontrak social ini berangkat dari hak alamiah yang dimiliki setiap manusia. Menurut Locke, dalam kondisi alamiah manusia sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk di dalam pergaulan antar sesama dengan dipandu akal murninya. Mereka juga sadar untuk memenuhi hasratnya tanpa mengganggu orang lain. Masalah kemudian hadir karena; pertama, Manusia yang terlalu membiarkan kepentingan pribadi sehingga menerjang hak-hak orang lain; dan kedua, tidak adanya kesepakatan sanksi yang tegas terhadap pelanggar hak tersebut. Thomas Hobbespun demikian. Menurutnya, manusia sebelum adanya Negara adalah homo homini lupus, serigala bagi manusia lainnya. Maka perlulah adanya kontrak social sebagai kesepakatan bersama dalam menjamin dan membatasi hak setiap manusia.

Setelah menyadari perlunya kontrak social, selanjutnya dibentuklah Negara dengan suatu pemerintahan yang bertugas menegakkan kontrak social tersebut. Dalam hal ini, masing-masing Negara berbeda dalam pengoperasiannya. Ada yang berbentuk monarki, demokrasi, juga teokrasi. Namun demikian, maksud dan tujuannya tetaplah sama, yakni mengharapkan kehidupan masyarakat yang selaras, tenteram, dan damai. Oleh karena itu kewajiban dan kepatuhan politik masyarakat kepada pemerintah hanya berlangsung selama pemerintah masih dipercaya. Apabila hubungan kepercayaan putus, pemerintah tidak mempunyai dasar untuk memaksakan kewenangannya.

Dari situ, dapat kita dapatkan alasan perlunya bela Negara, yaitu menjaga keamanan Negara dari serangan dan gangguan dari pihak lain agar Negara dapat terus melaksanakan tugas-tugasnya dengan aman dan damai. Tugas-tugas Negara itu selain memberikan perlindungan dan melaksanakan hukum dengan sebaik-baiknya, Negara juga mengusahakan iklim perekonomian masyarakat yang sejahtera dan makmur dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakatnya. Maka ketika pemerintah gagal dalam melaksanakan tujuan-tujuan Negara, atau bahkan menyalahgunakan kekuasaan politiknya, di titik inilah masyarakat merasa tidak lagi memerlukan Negara. Kepercayaan masyarakat terhadap Negara akan hilang dan dengan demikian kewajiban bela Negara tidak lagi diindahkan.

Menebus Darah Pahlawan

Bagi penulis, bagaimanapun kondisi Negara, bela Negara tetap harus ditegakkan. Penulis percaya, dengan adanya kesadaran bela Negara, masyarakat akan mampu mengembalikan fungsi Negara kepada das sollen, yang seharusnya. Tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran itu?.

Penulis menawarkan alasan yang cukup kuat agar masyarakat tidak lagi apatis terhadap urusan Negara. Alasan tepat melakukan bela Negara yaitu untuk menebus darah pahlawan yang telah banyak berjuang demi tegak utuhnya Negara kita ini. tanamkan selalu sikap nasionalisme pada pikiran setiap generasi bangsa kita, bahwa kewajiban kita setelah dapat merenggut kemerdekaan adalah terus menjaga keutuhan NKRI. Ajari mereka janji kepada para pahlawannya, bahwa mereka tidak akan sia-siakan perjuangan mereka, bahwa tidak ada satu orangpun yang dapat mengganggu Bhinneka Tunggal Ika bangsa ini.

Penanaman rasa nasionalisme perlu dibangun sejak kecil. Tentu hal ini membutuhkan peran serta dukungan dari berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik. Pihak pertama yang paling berkepentingan secara langsung adalah orangtua dan guru. Selanjutnya, juga diperlukan dukungan dari pemerintah untuk mengatur regulasi pendidikan agar sejalan dengan cita-cita ini. Hal lain lagi yang perlu diperhatikan adalah tayangan televisi yang perlu pembenahan. Saat ini masih banyak acara televise yang tidak mendukung pendidikan nasionalisme pada anak. Penulis rasa percuma apabila masyarakat dikenakan wajib militer dengan alasan bela begara, tapi masih apatis terhadap kepentingan negaranya. Hanya menciptakan prajurit-prajurit tanpa visi.

Penulis adalah Umi Ismi Ma’rumah, Rektor KSMW 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here