Sabtu (21/10) UKM-U KSMW (Kelompok Studi Mahasiswa UIN Walisongo) menyelenggarakan Lomba Debat Konstitusi Tingkat Nasional. Melalui tema “Menelaah Ulang Konstitusi demi Kedaulatan NKRI”, KSMW mengundang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti ajang perlombaan ini. Terbukti, 13 Tim dari berbagai Universitas mengikuti ajang ini. Sebenarnya pesrerta yang terdaftar ada 16 Tim, namun, karena berbagai alasan 3 tim mengundurkan diri. Rangkaian acara debat ini dimulai hari jumat (20/10) sampai minggu (22/10).

Biaya yang di bebankan peserta adalah 50 ribu untuk pendaftaran dan bagi peserta yang lolos harus registrasi ulang sebesar 600 ribu per tim. Berikut peserta berdasarkan almamater kampusnya, UIN Walisongo (2 tim), UIN Sunan Kalijaga Yoyakarta (2 Tim), UKSW, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang(2 tim), UPGRIS (2 tim), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Purwokerto, Universitas Negeri Padang, dan UNU Surabaya. Pada Kamis malam (19/10) peserta mulai berdatangan. Adapun rangkain acara debat ialah, pada hari pertama panitia mengadakan TM (Technical Meeting). Hari kedua peserta mengikuti perlombaan sampai selesai. Hari terakhir peserta beserta panitia fieldtrip/berkeliling di kota Semarang.

Juri yang diundang dalam perlombaan ini ada 12 juri. Diantaranya yakni Rizki dan Ivan sebagai perwakilan dari LBH Semarang, Bahrul Fawaid dan Farhan dari KY Jateng, Sukirman dari DPRD Jateng, Yayan dari eLSA, Hijriyah dan Gigih Firmansyah senior KSMW, Rofiudin Jurnalis Tempo, Windarto Kemenkumham Jateng, dan Sodikin Nasrur Rohman dari Mahkamah Konstitusi.

Lomba debat diadakan di gedung lt. 2 Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Pada pembukaan lomba dihadiri Wakil Rektor III, Prof. Dr. Suparman, Msi. Dalam sambutannya, beliau  mengucapkan selamat datang untuk para peserta dari berbagai daerah di UIN Walisongo. Selain itu, beliau juga memaparkan tentang rencana pembangunan gedung UIN Walisongo. Ketua panitia, Balapikir Yusril, mengatakan perlombaan bukan ajang untuk mengetahui siapa yang menang dan siapa yang kalah. “Bertandinglah yang sportif, jaga nama baik almamater”, begitu tambahnya.

Ada 9 mosi yang menjadi pilihan debat pada perlombaan kali ini. Namun tidak semua mosi di lombakan karena babak penyisihan hanya butuh 4 mosi, sedangkan semifinal 2 mosi, dan final merupakan mosi yang dirahasiakan. Mosi yang dipertandingkan pada babak penyisihan antara lain revisi UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa, kebijakan impor garam, revisi UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dan divestasi perusahaan tambang dalam UU No 4 tahun 2009. Sedangkan mosi semifinal adalah privatisasi air dan penenggelaman kapal ilegal. Dan babak final adalah polemik PERPPU ORMAS No. 2 tahun 2017.

Babak penyisihan lomba terbagi empat kelompok. Empat kelompok ini diberi nama tokoh pahlawan nasional. Yakni; Ir, Soekarno, Tan Malaka, Moh Hatta, Sutan Syahrir. Dari kelompok Ir. Soekarno, Tim UIN Sunan Gunung Djati mengalahkan tim dari UNP dan UIN SUKA 2. Kelompok Tan Malaka, UIN SUKA 1 mengalahkan tim dari tim tuan rumah, UIN Walisongo satu dan dua, dan tim dari UKSW. Di kelompok Moh Hatta, UPGRIS satu dan dua harus mengalah dengan tim dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 1. Sedangkan UNU Surabaya dan IAIN Purwokerto harus mengakui kehebatan UIN maulana Malik Ibrahim Malang 2.

Pada babak semi final UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melawan satu almamaternya sendiri, dengan mosi tentang Penenggelaman Kapal Ilegal. Sedangkan, UIN SUKA melawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mosi privatisasi air. UIN Malang 1 dan UIN  Bandung maju babak final dengan mosi Polemik Perppu Ormas No. 02 tahun 2017. Namun, dewi fortuna belum memihak Tim UIN Malang yang harus cukup berpuas di juara 2. Sedangkan tim oposisi atau tim UIN Bandung memenangkan lomba debat. Berdasarkan perolehan nilai juga disebutkan bahwa yang menjadi Best Speaker adalah peserta yang berasal dari UIN Malang bernama M. Zakwan Anshori.

Menurut salah seorang peserta bernama Hikam, melalui acara nasional seperti ini kita akan menambah teman dan relasi serta mempermudah dalam perluasan informasi terkait lomba sejenis. Selain itu, lomba ini juga bisa menjadi wadah silaturahim bagi aktivis mahasiswa yang memiliki konsentrasi di bidang yang sama. Acara berlangsung cukup lancar dan ditutup dengan foto bersama. Tepat pada pukul 19.00 WIB peserta kembali ke wisma untuk istirahat. (Red/Hakim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here