Semarang-Tepat pada Pukul 09.30 mahasiswa berdatangan menghadiri Aula American Corner Perpustakaan Pusat. Rupanya disana sedang berlangsung Seminar Bedah Buku Berjudul Kitab Pembebasan. Hadir dalam acara itu penulis buku, Eko Prasetyo dan pembedahnya, Siti Rofiah. Eko Prasetyo adalah pendiri Social Movement Institute di Yogyakarta, sedangkan Siti Rofiah adalah dosen di Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus juga peneliti di Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA). Acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor III UIN Walisongo, Suparman Syukur.

Dalam sambutannya, ketua panitia, Siti Barokhatin menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai upaya KSMW dalam menyemai cara pandang baru yang lebih progresif tentang agama terutama pemaknaan terhadap kitab suci. Ketua KSMW pun menyatakan, “Sebagai UKM yang bergerak dalam bidang penalaran dan keilmuan, terutama di lingkungan UIN ini, sudah seharusnya KSMW selalu hadir dalam upaya rekontruksi nalar berpikir mahasiswa agar lebih progresif dan humanis” ungkap Umi dalam sambutannya.

Dengan dihadiri oleh para mahasiswa dari berbagai fakultas, acara ini berjalan cukup seru. Hal itu tak lain lantaran pembawaan Pak Eko yang humoris sehingga para mahasiswa merasa terhibur. Meski demikian, para mahasiswa ini juga merasa tercerahkan oleh materi yang disampaikan oleh Pak Eko. “Nabi itu adalah kita, nabi adalah kamu yang memiliki jiwa muda, jiwa pembebas, jiwa pemberontak. Semua Nabi memiliki mukjizat, saya catat dalam buku ini, bahwa mukjizat itu hadir ketika kamu mengambil resiko yang paling tinggi dalam hidupmu.” Ujar Pak Eko. Ia juga mengatakan bahwa aktivis adalah cerminan para nabi, yaitu mereka yang menentang kemapanan dan kecewa terhadap keadaan.

Selain Pak Eko, hadir pula Ibu Siti Rofiah yang merupakan dosen fakultas Syariah dan Hukum selaku pembedah buku. Ibu Rofi menyayangkan cara pandang Al-Quran yang kini hanya seperti sebagai kitab hukum. “Padahal, di dalam al-Quran terdapat banyak kandungan. Cara pandang Al-Qur’an harus dipandang progresif, sesuai dengan spiritualitas zaman yaitu spiritualitas pembebasan dengan berlandaskan ketauhidan.” Ungkapnya. Maka kata beliau buku karya Pak Eko ini merupakan referensi yang pas untuk menjadi pegangan. Buku ini memandang suatu hal dalam perspektif berbeda, yaitu perspektif pembebasan. Di akhir sesi Pak Eko menekankan bahwa beriman kepada Tuhan pun belum bisa dikatakan sempurna tanpa berbuat baik dan pedul terhadap sesama, terutama kepada siapa saja yang tertindas.

Tepat pada pukul 12.30 WIB seminar berakhir dengan diberikannya cenderamata oleh Rektor KSMW kepada para narasumber. Setelah itu foto bersama dengan peserta dan panitia. Hakim selaku peserta mengaku sangat senang dapat mengikuti acara ini. Ia berharap semoga kedepannya KSMW bisa terus menghadirkan orang-orang hebat yang mampu menginspirasi dan menambah pengetahuan baru bagi mahasiswa di lingkungan UIN Walisongo. (red/um)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here