Buku Dunia Sophie

Judul buku :Dunia sophie
Pengarang :jostein gaarder
Penerbit :Mizan
ISBN : 97803745307116
Tahun terbit :1991
Halaman :798
Resentator :Ahmad Khoirul Umam

Jostein gaarder lahir pada 1952 di oslo,norwegia. Dia memulai karier satranya pada 1986 dengan sebuah kumpulan cerita pendek , disusul oleh dua novel untuk remaja.pada 1990, dia menerima penghargaan dari Norwegia Literary Critics dan Kebudayaan untuk bukunya The Solitaire Mystery. Gaarder telah mengajar filsafatu ntuk tingkat sekolah menengah di Norwegia selama lebih dari sebelas tahun, dan kini adalah seorang penulis full time. Dia tinggal di osloo bersama keluarganya.

Filsafat adalah mencintai kebijaksanaan. Dengan kita berfilsafat maka kita akan selalu bijaksana dalam melakukan suatu hal, seperti yang ada didalam isi buku karangan dari jostein garden ini. Dia menyampaikan suatau substansi filsafat dengan cara membua novel sehingga para pembaca novel terutama orang-orang yang jenuh akan belajar filsafat, dia akan tertarik membacanya dengan penyajian novel tersebut dan si pembaca pun akan mendapatkan ilmu yang sangat luas mengenai filsafat secara langsung. Jadi jostein garden ini sangat cerdik untuk memahamkan seseorang tanpa harus menggunakan buku yang isinya hanya materi,tapi dia menyajikannya dengan sebuah novel.

Siapa yang tak kenal dengan novel filsafat yang berjudul Dunia Sophie, buku ini di karang oleh jostein gaarder yang sudah di terjemahkan dalam banyak bahasa di dunia. Buku ini mengelupas semua tentang pembahasan filsafat yang di buat secara simpel bagi pemula yang ingin belajar tentang filsafat.

Dalam buku ini menceritakan seorang anak perempuan yang baru berusia 14 tahun, dia adalah sophie gadis yang serba ingin tahu. Dia seperti anak remaja biasanya, tetapi yang membutanya berubah menjadi beda adalah ketika dia mendapat suatu surat yang tak ada nama pengirimnya di kotak surat depan rumahnya. Pertama dia berfikir bahwa itu adalah surat yang takberguna atau malah surat dari ayahnya yang sedang berlayar di belahan dunia sebagai nahkoda.

Pertanyaan yang pertama adalah siapakah kamu?, dia hanya bisa menjawab bahwa aku ya sophie. Lalu dia menanyakannya kepada ibunya, dan jawabannya pun sama kamu ya anakku yaitu sophie. Setelah mendapat surat yang pertama sopie selalu mendapatkan surat lagi dan lagi, pertanyaan yang membuatnya semakin bingung lalu bertanya Tanya setiap harinya. Hingga saat dia sekolah pun terus terfikirkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantui fikirannya. Kemudian dia sedikit demi sedikit mendapatkan jawaban apa yang telah dia terima dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Setelah itu dia mengenal tentang beberapa pemhaman filsafat, yang di situ ada beberapa filsuf yang membicarakan tentang filsafat alam, filsuf tersebut antara lain seperti thales ,Anaximander dan anaximenes. Para filosof alam ini menganalisi atau membahas tentang bagaimana terciptanya alam?, dari apa sebenarnya alam semesta ini? Setelah itu dia mendapat sedikit jawaban dari sang pengirim surat  tanpa nama.

Hampir setiap hari sophie mendapatkan surat dan akhirnya dia bisa saling kenal dengan pengirim surat tanpa nama tersebut. Sophie pun langsung bertanya banyak hal dengan alberto, karena alberto adalah guru filsafat yang paling pandai berkata dan memahamkan sophie. Alberto knox pun memberi dia pelajran tentang filsafat klasik, sophie diberi tahu tentang siapa saja filosof pada zaman klasik tersebut seperti Socrates ,plato dan aristoteles. Pada pelajaran filsafat zaman klasik sophi di beri tahu tentang apa saja yang ditekankan pada zaman tersebut, zaman filsafat klasik lebih terpaku pada pencarian jati diri pencipta atau tuhan bukan lagi menekankan tentang alam.

Di zaman klasik banyak sekali filosof yang menyebar dogma-dogma agama dengan membawa nama filsafat agar diterima di suatu daerah. pada zaman itu filsafat sudah di campur adukkan oleh para filosof yang menggabungkan antara teori plato dengan wahyu dari yesus, jadi doktrin agama dengan filsafat dipadukan agar orang-orang pada saat itu bisa menerina agama Kristen dengan menganut agama. Dengan adanya penggabungan agama dan filsafat oleh para pendeta,maka para filosof pun memisahkan diri antara orang yang mau berfilsafat dengan orang yang mau fokus dengan gereja.

Setelah sophie faham filsafat zaman klasik dia diberitahu alberto tentang filsafat zaman renaisans atau disebut filsafat yunani kuno yang kembali. Disitu dia bertemu dengan filosof bernama Galileo yang mencetuskan sebuah perkaaan:

“ukurlah apa yang dapat diukur dan buatlah agar dapat diukur sesuatu yang tidak dapat di ukur” Galileo galilie,halaman 316.

Dizaman renaisans sophie bertemu banyak filosof yang sangat jenius, misalnya Galileo galilie, francis bacon ,Isaac newton dan masih banyak lagi. Setelah itu sophie dapat pengetahuan bahwa pemikiran para filosof dapat membantu kita melihat struktur kenyataan dasar yang tadinya tersembunyi di balik permukaan gejala sehari hari. Ia juga memungkinkan kita keterkaitan-keterkaitan baru antara segala hal. Sebenanya pikiran para filosof umumnya bersifat hipotesis saja, sebab omongan omongan mereka itu menyangkut hal hal yang terlampau dalam hingga tak mungkin dibuktikan, hanya saja dapat diargumentasikan.

Pada akhirnya, dalam dunia filsafat, kita tak bisa menyebut fikiran seorang filosof sebagai suatu yang selalu benar atau salah. Maka filosof sepurba plato atau Aristoteles pun dalam dunia filsafat tak pernah terasa kadaluarsa. Semua filosof selalu terasa tetap up to date. Dan kendati semua filosof mempunyai otoritas yang dikagumi , dunia filsafat pada dasarnya tidak melihat kebenaran berdasarkan otoritas. Patokannya hanya akal sehat dan pengalaman manusia atau yang dia alami sehari hari.