Fakta yang pasti kita jumpai dalam masyarakat suatu bangsa yang menggunakan sistem politik demokrasi ialah bersatu dalam berbagai perbedaan. Hal itu dapat dilihat dari semboyan yang dipakai oleh negara tersebut. Misalnya Amerika dengan Unity in Diversity, lalu semboyan negara kita, Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu jua. Hal tersebut merupakan kesepakatan bersama warga negara untuk tetap mempertahankan keterikatan dengan setiap subkultur, seperti suku, daerah, ras, agama dan adat istiadat.

Ramlan Subakti dalam bukunya berjudul Memahami Ilmu Politik menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang di perkirakan menjadi identitas bersama suatu masyarakat (bangsa). Diantaranya; pertama, primordial, yakni ikatan kekerabatan darah dan keluarga dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat yang merupakan inti yang menimbulkan perilaku dan persepsi sama. Kedua, sakral, yaitu kesamaan agama yang dipeluk oleh suatu masyarakat atau ikatan idiologi dotriner yang kuat.

Ketiga adalah tokoh, ini lebih dikarenakan adanya kepemimipinan dari seorang tokoh ynag di segani dan dihormati secara luas oleh masyarakat. Ke empat, sejarah, yang merupakan sebuah persepsi yang sama tentang asal usul nenek moyang atau persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu seperti penderitaan yang sama yang di sebabkan penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok masyarakat. Oleh karena keempat faktor tersebut maka, Indonesia menjadi negara yang kaya akan identitas suku, ras, dan agama di berbagai daerah. Sehingga agar persatuan mampu untuk terus dijaga, kita perlu menegaskan identitas bersama milik seluruh warga Negara Indonesia.

Menjaga Ideologi dalam Bingkai Demokrasi

Faktor sakral yang mempersatukan masyarakat dalam sistem ini ialah ideologi yang bersifat doktriner dan eskatologis. Seluruh anggota masyarakat harus berperilaku sesuai dengan ajaran ajaran yang terkandung dalam ideologi tersebut. Setidak tidaknya tidak menampakan pembangkangan terhadap ajaran tersebut. Pemerintah yang bertindak sebagai penafsir dan pelaksana ideologi berusaha membentuk manusia dan masyarakat dengan cara mengindoktrinasikan ajaran kepada semua anggota masyarakat melalui sekolah, media masa, organisasi organisasi yang menjadi bagian dari partai, lembaga kader, dan lembaga sosialisasi.

Dari sudut pandang struktural, sistem politik demokrasi secara ideal adalah sistem politik yang memelihara keseimbangan antara konflik dan konsensus. Artinya, demokrasi memungkinkan perbedaan pendapat, persaingan dan pertentangan di antara individu dan kelompok, individu dan pemerintah, kelompok dan pemerintah, bahkan di antara lembaga lembaga pemerintah. Pada pihak lain, seluruh penduduk mempunyai keterikatan yaitu suatu dasar dan tujuan yang sama. Dasar yang sama itu berupa keterikatan pada lembaga demokrasi, saling percaya dan kesediaan berkompromi dan bekerja sama.

Sebaliknya tujuan yang sama itu berupa pengembangan seluruh potensi individu secara maksimal, dan kesejahteraan seluruh anggota masyarakat. Dengan kata lain keterikatan penduduk terhadap setiap subkultural akan menimbulkan benturan (konflik) dan  keterikatan pada dasar dan tujuan yang sama akan melahirkan konsensus.

Dalam konteks ke-Indonesia-an, negara kita memiliki dasar negara yang dipakai sebagai ideologi bersama, yakni Pancasila. Pancasila memuat nilai-nilai filosofis dan subtantif yang menjadi cita-cita bersama seluruh masyarakat Indonesia. Poin-poin dalam pancasila itu diantaranya, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, pemusyawaratan/demokrasi, dan keadilan sosial.

Banyaknya tantangan yang dihadapi oleh negara kita seperti massifnya gerakan intoleransi dan ekstremis, pembungkaman ruang demokrasi, membanjirnya budaya pop luar negeri, dll membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk selalu menggelorakan semangat Pancasila. Kekuatan menjaga terselenggaranya perilaku pancasilaislah yang akan mampu menjaga keragaman identitas bangsa ini.

 

Penulis: Muhammad Yusuf (Balapikir angkatan 2016 jurusan Ilmu Politik FISIP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here